komentar-pemain-senior-persita-setelah-kalah-telak-dari-arema

Komentar pemain senior Persita setelah kalah telak dari Arema

  1. Homepage
  2. Berita
  3. Liga Indonesia
  4. Komentar pemain senior Persita setelah kalah telak dari Arema
????????????????????????????????????

Kebobolan dengan enam gol di satu pertandingan, tentu saja hasil yang sangat buruk untuk Persita Tangerang. Kekalahan yang berakhir telak itu terjadi pada saat menjalani laga terakhir Grup E Piala Presiden 2019 dengan melawan tim tuan rumah yaitu Arema di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang (13/3/2019).

Persita harus menelan kekalahan dengan skor akhir 1-6 dan juga membuat rekor kekalahan terbesar di ajang Piala Presiden 2019 ini. Untuk sementara waktu, Persita menjadi tim yang paling banyak kebobolan, yaitu dengan total 11 gol.

Bek senior Persita yaitu Muhammad Roby, terlihat lemas setelah selesai pertandingan. Tetapi, dia mencoba mengambil sisi positifnya, yakni pelajaran ketika menghadapi tim yang menyerang total.

“Ini pelajaran juga untuk pemain bertahan. Ke depan, harus lebih rapat untuk mengawal lawan,” kata mantan pemain dari Persik Kediri tersebut.

Komposisi pemain di lini belakang Persita dapat dikatakan sudah lumayan dengan mempunya pengalaman. Selain M. Roby, ada juga Jecky Arisandi dan Zikri Akbar, yang merupakan alumni dari Liga 1. Hanya saja, mereka baru bergabung sehingga belum menemukan titik kerja sama yang maksimal.

“Secara fisik juga masih kurang. Jadi hal itu yang akan dibenahi ke depannya,” lanjutnya.

Jika melihat performa dari Roby, ia sebenarnya tampil dengan cukup bagus di saat mengawal pemain Arema. Beberapa kali dia berhasil melakukan intersep dan menghalau bola dari kaki Ahmad Nur Hardianto dkk.

Walaupun di usianya yang sudah menginjak 33 tahun, pengalamannya sebagai mantan bek Timnas Indonesia masih dapat terlihat. Sekali pun juga dia berhadapan dengan pemain muda Arema yang mempunyai kecepatan.

Dia juga menjadi kapten tim setelah Egi Melgiansyah ditarik keluar karena mengalami cedera yang akhirnya perannya di tim yang berjuluk Pendekar Cisadane cukup sentral.

Pelatih Persita yaitu Widodo Cahyono Putro, juga mengakui bahwa bek sarat pengalaman itu sudah memberikan seluruh tenaganya.

Terkait masalah kebobolan dengan enam gol itu juga bukan faktor lemahnya empat pemain belakang timnya, melainkan persoalan transisi dari menyerang ke bertahan sehingga lini tengah dan depan juga dievaluasi karena bola bisa sampai ke pertahanan Persita lantaran tidak ada gangguan dari lini tengah dan depan.