komentar-ketua-asprov-pssi-jatim-terkait-alasan-edy-rahmayadi-mundur

Komentar Ketua Asprov PSSI Jatim terkait alasan Edy Rahmayadi mundur

  1. Homepage
  2. Berita
  3. Liga Indonesia
  4. Komentar Ketua Asprov PSSI Jatim terkait alasan Edy Rahmayadi mundur

Keputusan yang dipilih Edy Rahmayadi untuk mundur dari jabatannya sebagai Ketua Umum PSSI, mendapatkan tanggapan dari Ketua Asprov PSSI Jawa Timur yaitu Ahmad Riyadh. Walaupun cukup mengejutkan karena dari keputusan tersebut disampaikan dengan mendadak oleh Edy di Kongres Tahunan PSSI di Nusa Dua, Bali, pada Minggu (20/1/2019), Riyadh tetap menghormati keputusan tersebut.

“Saya sebagai Ketua Asprov PSSI Jatim menghormati sepenuhnya keputusan Pak Edy. Saya merasa alasan Pak Edy cukup logis,” ujar Riyadh.

Edy memberi alasan karena jabatan ganda sebagai Ketua Umum PSSI dan juga sebagai Gubernur Sumatra Utara membuat dirinya kewalahan untuk mengatur waktu. Jarak antara Jakarta dengan Medan membuat Edy tidak bisa setiap saat hadir di PSSI.

Maka dari itu, walaupun masa kerjanya di PSSI yang baru berakhir pada 2020, Edy pun harus memilih satu di antaranya.

Menurut Riyadh Riyadh, dari alasan waktu itu sangat masuk akal di tengah kondisi darurat sepak bola nasional yang kini sedang membutuhkan kehadiran Edy, menyusul dengan adanya kasus match fixing yang kini sedang dihadapi oleh PSSI.

“Beliau menyampaikan, situasi saat ini mengharuskan beliau terus hadir. Sementara beliau tidak bisa sepenuhnya di PSSIs ehingga harus ada ketua baru yang memiliki banyak waktu di PSSI,” lanjutnya.

Terkait Joko Driyono yang akan menggantikan posisi dari Edy, bagi Riyadh itu tidak masalah karena memang dari peraturannya seperti itu.

“Menurut statuta, wakil ketua bisa naik sampai kongres pergantian ketua pada 2020. Tapi, kalau di tengah jalan ada yang minta KLB (Kongres Luar Biasa), ya harus diakomodasi. Namun, saat ini semua sepakat Pak Jokdri jadi Ketua Umum PSSI,” tuturnya.

Riyadh mempunyai harapan, dari jabatan Jokdri yang sekarang, sepak bola Indonesia akan semakin maju, karena ia memiliki penilaian jika Jokdri merupakan sosok yang sangat paham dengan kondisi sepak bola Indonesia. Riyadh juga menganggap jika Jokdri telah memiliki pemikiran dan juga solusi yang baik dalam mengatasi persoalan sepak bola di Indonesia.