Tanggal Jam Pertandingan

Pelatih Perseru yaitu I Putu Gede Swi Santoso dan juga asistennya yaitu Choirul Huda, antusias pada saat mempersiapkan tim menjelang laga di ajang Piala Presiden 2019. Walau persiapannya mendadak, dua sosok asal Malang ini serius memilih dan menggembleng Yericho Chistiantoko dkk.

Hasil dari penyisihan Grup A Piala Presiden 2019 di Bandung memang sangat mengecewakan. Dari tiga kali berlaga, tim dengan julukan Cenderawasih Jingga tak sekali pun meraih kemenangan atau mampu memberi hasil imbang. Perseru kebobolan sepuluh gol dengan memasukkan enam gol. Putu Gede pun tak menyesali hasil buruk itu.

Sebaliknya, mantan gelandang Arema dan Persebaya ini memberi jempol untuk kerja keras semua pemain yang telah tampil dengan maksimal di setiap pertandingannya. Baik Putu Gede maupun Choirul Huda lebih menyesali terkait rencana merger dan kepindahan Perseru ke Lampung nanti di Liga 1 2019.

“Tugas saya di Perseru sudah selesai setelah Piala Presiden ini. Saya dan manajemen juga tak ada komitmen untuk melatih Perseru di Liga 1. Tapi dada saya terasa sesak, ketika ada kabar Perseru akan pindah ke Lampung,” ungkap Putu Gede.

Bagi Putu Gede, Yance Banua (pemilik klub) dan Perseru adalah sejarah yang tak terlupakan dalam hidupnya. Seperti saat Putu Gede yang tidak bisa melupakan Arema yang pernah dibelanya pada saat masih aktif bermain.

“Kepercayaan dan kekeluargaan sangat membekas dalam hati saya. Secara pribadi, saya sangat kehilangan bila Perseru pindah ke Lampung. Perseru tak akan hilang dari hati saya. Tapi bila Perseru pindah dan berganti nama berarti juga akan menghapus sejarah klub ini. Saya tak bisa apa-apa, karena nasib Perseru ada di tangan bos (Yance Banua),” tutur Putu Gede.

Kesedihan Cak Irul lebih besar dibanding Putu Gede. Selama tujuh tahun Cak Irul setia bersama klub yang bermarkas di Stadion Marora Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua ini. Sejak berkiprah di Divisi I sampai saat ini, Cak Irul menjadi saksi hidup.

“Jangan tanya soal Perseru. Hati saya seperti disayat-sayat mendengar rumor Perseru pindah ke Lampung. Tujuh tahun bukan waktu yang singkat bersama klub ini. Suka duka mewarnai perjalanan hidup saya bersama Perseru. Terutama hubungan pribadi saya dengan keluarga besar Banua,” ucap Cak Irul.

Karena sudah lama bersama dengan Perseru, Cak Irul sangat paham sekali betapa besar kecintaan Yance Banua terhadap klub ini.

“Orang kalau cinta, apapun dilakukan untuk sesuatu yang dicintai. Begitu pula Yance Banua. Bos membiayai klub ini dari kocek pribadinya. Dengan keterbatasannya, bos berusaha memberikan yang terbaik. Terutama memenuhi hak-hak pemain. Meski Perseru klub kecil, pernahkah ada berita manajemen menunggak gaji pemain? Tidak kan?” kata Cak Irul.

January 8, 2020
Isu mengenai datangnya James Maddison ke Manchester United kelihatannya tak akan...
January 8, 2020
Pelatih dari klub sepakbola Real Madrid, Zinedine Zidane tak ingin sebutkan skuadnya...
January 8, 2020
Winger dari klub Crystal Palace, Wilfried Zaha, diberitakan buka jalan untuk...
January 8, 2020
Klub sepakbola Manchester United terancam kehilangan salah satu berlian muda mereka,...
January 8, 2020
Sebuah saran dipaparkan oleh pemain Neil Warnock untuk klub sepakbola Manchester...
Tanggal Jam Liga Pertandingan Stasiun TV