filosofi-baru-milomir-seslija-di-arema

Filosofi baru Milomir Seslija di Arema

  1. Homepage
  2. Berita
  3. Liga Indonesia
  4. Filosofi baru Milomir Seslija di Arema

Pelatih Arema FC yaitu Milomir Seslija, angkat bicara terkait permainan dari skuatnya yang dinilai banyak perubahan di musim ini. Menurut pelatih yang biasa dipanggil dengan sebutan Milo itu, terdapat perubahan pada filosofi bermain tim berjuluk Singo Edan ini.

Menurut Milo, ia mempunyai filosofi permainan yang berbeda dari pelatih sebelumnya. Maka dari itu yang membuat paras permainan Arema di musim ini berbeda daripada musim yang lalu.

“Saya tentu saja memiliki filosofi permainan berbeda,” ucap Milo, pada Senin (4/2/2019).

“Demikian pula dengan pendekatan saya pada permainan,” sambungnya.

Sebelumnya, permainan Arema musim ini dinilai sangat berbeda dengan yang mereka tampilkan di musim lalu. Tidak hanya dari kalangan awam saja, perubahan ini pun dirasakan oleh Pelatih Timnas Indonesia yaitu Simon McMenemy.

Menurut Simon, permainan yang dilakukan oleh Arema FC pada musim lalu lebih langsung menyerang. Sementara, untuk musim ini Dendi Santoso dan kawan-kawan, dinilai oleh pelatih yang berasal dari Skotlandia tersebut, lebih banyak mengejar penguasaan bola.

Milo tak mengungkap secara detail perbedaan filosofi permainan yang ia usung dengan pendahulunya. Namun, satu hal yang pasti, pelatih yang mempunyai lisensi UEFA Pro ini ingin membuat lini tengahnya lebih cair.

Menurut pelatih yang berasal dari Bosnia ini, tidak mau ada spesialisasi di antara barisan gelandangnya. Tak ada lagi pemain gelandang yang punya tugas khusus untuk menyerang ataupun semata bertahan.

“Semua gelandang saya harus bisa bermain menyerang dan bertahan,” kata Milo.

“Bergantung situasi, semua harus bisa mengisi peran yang ada,” tambahnya.

Selain di lini tengah, Milo juga menyatakan bahwa terdapat perbedaan dalam memandang peran untuk penjaga gawang. Pelatih yang sempat menjadi pelatih untuk Madura United ini, menyebut bahwa penjaga gawang tak hanya bertugas untuk menghalau bola yang mengarah ke gawangnya saja.

“Saat ini, menurut saya, kiper juga harus bisa menjadi sosok libero,” ujar Milo.

“Ia harus bisa menjadi orang pertama yang memulai serangan,” papar nakhoda asal Serbia itu.