evaluasi-timnas-indonesia-u-22-bermain-imbang-melawan-arema

Evaluasi Timnas Indonesia U-22 bermain imbang melawan Arema

  1. Homepage
  2. Berita
  3. Liga Indonesia
  4. Evaluasi Timnas Indonesia U-22 bermain imbang melawan Arema

Timnas Indonesia U-22 harus kembali lagi dengan hasil imbang di laga uji coba yang kedua. Tim asuhan Indra Sjafri itu bermain dengan hasil akhir 1-1 kontra Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, pada Minggu (10/2/2019).

Timnas Indonesia U-22 unggul lebih dulu lewat tendangan Hanif Sjahbandi. Tetapi beberapa menit berselang, Arema mampu menyamakan kedudukan lewat tendangan dari striker Robert Lima Guimaraes.

Pada uji coba sebelumnya dengan menghadapi Bhayangkara FC (6/2/2019), Timnas U-22 memang sempat unggul dua gol lebih dulu, namun laga itu harus berakhir dengan skor imbang 2-2.

Setelah selesai pertandingan melawan Arema, Indra mengakui jika kekurangan tim asuhannya itu masih sama, yakni produktivitas. Tetapi, dia juga tetap beri apresiasi terhadap performa skuatnya.

“Persoalannya masih sama. Produktivitas. Namun, bukan berarti kami menyalahkan lini depan, karena melawan tim sekelas Arema dan Bhayangkara, tentu tidak mudah mencetak lima gol,” jelasnya.

Indra menambahkan koreksi lainnya, yakni skema pertahanan timnya ketika sudah unggul. Pada saat melawan Arema, dia mengaku bahwa pertahanannya memang sudah rapat. Hanya saja, terdapat momen pemain Arema bisa melepaskan tembakan spekulasi yang membuahkan bola rebound. Maka dari itu, striker Arema yaitu Robert Lima, berhasil menjebol gawang dari Nadeo Argawinata.

“Seandainya tidak ada tendangan spekulasi yang membuahkan gol, saya optimistis bisa menang dan mencetak gol tambahan,” kata mantan pelatih Bali United tersebut.

Dalam uji coba itu, Timnas Indonesia U-22 sempat kesulitan untuk membongkar pertahanan dari Arema. Permainan tim dengan julukan Singo Edan itu sangatlah rapat ketika bola berada di pertahanan sendiri.

“Saya berterima kasih kepada pelatih Arema. Sebelumnya kami berkomunikasi di rumah Waketum PSSI (Iwan Budianto) agar Arema bermain menekan sehingga kami bisa mengetahui apa yang harus dibenahi di tim ini,” jelas Indra.

Pada babak pertama, Marinus Manewar dkk. tidak bisa melepaskan tendangannya ke gawang Arema. Permainan dari mereka pun hanya banyak berkutat di lini tengah.

Tetapi setelah melakukan rotasi dengan memasukan sejumlah pemain di babak kedua, Timnas Indonesia U-22 lebih berani melepaskan tembakan sehingga Hanif dapat mencetak gol dari luar kotak penalti.