duo-lini-belakang-pss-memilih-bertahan

Duo lini belakang PSS memilih bertahan

  1. Homepage
  2. Berita
  3. Liga Indonesia
  4. Duo lini belakang PSS memilih bertahan
duo-lini-belakang-pss-memilih-bertahan

Skuat PSS Sleman perlahan-perlahan mulai terbentuk setelah manajemen dengan resmi mengamankan sembilan pemain. Manajemen tidak ingin kalah langkah dari klub-klub yang lain untuk menghadapi persaingan di Liga 1 musim 2019.

Dari sembilan pemain yang resmi dibawa jasanya oleh PSS, dua di antaranya adalah bintang baru untuk tim dengan julukan Elang Jawa itu, yaitu tembok kembar Asyraq Gufron Ramadhan dan juga Ikhwan Ciptadi. Dari kedua pemain tersebut langsung menarik hati pencinta PSS, padahal mereka baru saja didatangkan di babak 8 besar Liga 2 musim 2018.

Duet kukuh di depan gawang PSS ini sebelumnya didatangkan dari Persis Solo dan memang terbukti ampuh sebagai tembok pertahanan bagi Laskar Sembada.

Gufron telah mencatatkan dengan bermain sebanyak delapan kali bersama PSS. Lima kali di fase delapan besar, dua kali di semifinal, dan satu kali pada partai final. Sedangkan untuk Ikhwan Ciptadi telah tampil selama 270 menit waktu normal untuk PSS.

Gufron dan Ikhwan juga merupakan pemain bintang dulunya di Persis. Di dua musim bersama dengan Persis, kedua pemain tersebut adalah nyawa di jantung pertahanan dan tak pernah tergantikan. Gufron dan Ikhwan mengaku jika sama-sama telah menemukan petualangan baru setelah move on dari Persis.

“Tanpa berpikir panjang, begitu PSS memberikan kontrak baru, saya langsung setuju. PSS berhasil membuat impian saya terwujud, yakni bisa menjuarai Liga 2 dan promosi ke Liga 1,” jelas pemain asal Surabaya ini, pada Jumat (11/1/2019).

“Hanya PSS yang paling ngebet menawari saya. Tidak ada kontak dengan tim lain, termasuk Persis. Saya akan mengerahkan seluruh tenaga saya lebih untuk musim depan,” imbuh Gufron.

Sementara Ikhwan mengakui jika kepastian bermain di Liga 1 yang sudah didapat oleh PSS yang membuatnya lupa akan tawaran klub lain. Pemain asal Tangerang ini bahkan menolak tawaran dari sesama kontestan kasta tertinggi lainnya.

“Ya pertimbangan saya selain dari orang tua, yang bikin saya tetap di PSS karena ingin mencari pengalaman di kasta tertinggi, dan memang ini keinginan saya dari dulu untuk bermain di kasta tertinggi,” ujar tutur Ikhwan.