bali-united-akan-melepas-pemainnya

Bali United akan melepas pemainnya

  1. Homepage
  2. Berita
  3. Liga Indonesia
  4. Bali United akan melepas pemainnya

Bali United dipastikan akan melepas salah satu pemain lokalnya untuk mencoba berkarir sepak bola di klub luar negeri. Pemain itu bernama Sutanto Tan. Kabar itu dikonfirmasi oleh Sutanto melalui situs resmi Bali United. Sosok pemain yang berusia 24 tahun tersebut mengaku jika hanya selangkah lagi mencoba peruntungan di benua Biru.

Sebelum itu, Sutanto akan mengikuti trial di salah satu klub Swedia, yaitu Dalkurd FF. Hal itu diungkapkannya setelah berhasil menyelesaikan proses administrasi untuk menjalani tes tersebut.

“Segala administrasi sudah beres dan kalau tidak ada halangan, saya akan berangkat ke Swedia tanggal 6 Januari 2019 besok. Mohon doanya semoga saja segala sesuatunya dilancarkan selama di sana,” kata Sutanto, seperti dikutip laman resmi Bali United.

Dalam persiapannya untuk masuk kedalam klub di Swedia, pemain yang dulu pernah membela Persija Jakarta ini lebih memilih untuk berlatih bersama mantan klubnya di Singapura yaitu Geylang International FC. Dia pun mengikuti latihan dengan sangat fokus dalam persiapannya tersebut.

“Kebetulan saya mendapat ijin untuk latihan bersama tim Singapura Geylang International FC. Yang pasti saya ingin benar-benar siap secara fisik maupun mental ketika berangkat ke Swedia,” tegasnya.

Di sisi lain, Yabes Tanuri sebagai CEO Bali United mengungkapkan jika sebenarnya timnya masih ingin mempertahankan Sutanto. Tetapi, manajemen Bali United saat ini lebih memilih untuk memberikan kesempatan kepada Sutanto untuk mencoba pengalaman bersama dengan klub di Eropa.

“Kami dukung penuh Sutanto untuk menjalani trial di Swedia. Kalau nantinya Sutanto kembali ke Indonesia, kesempatan untuk bergabung kembali bersama Bali United tetap terbuka lebar untuk dia,” jelas Yabes.

Dalkurd FF merupakan klub yang berkompetisi di Allvenskan (kompetisi kasta tertinggi di Swedia) di musim 2018. Tetapi sangat disayangkan, di musim 2018 mereka harus jatuh terpuruk di posisi ke-15 dari total 16 peserta, yang tentu saja otomatis membuat klub yang berdiri pada 26 September 2004 itu terdegradasi ke Superettan (kompetisi kasta kedua di Swedia) pada 2019.